Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan tetap istiqomah memutuskan tidak mengirimkan wakil dalam Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, PKS sejak awal mempermasalahkan proses pengambilan keputusan terkait pembentukan angket KPK. “Kami menolak pelemahan KPK melalui hak angket, PKS istiqomah tidak mengirimkan anggotanya, tapi PKS tetap mengkritisi KPK,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/6/2017).
Meskipun Pimpinan DPR terdapat rencana pemilihan Ketua Angket KPK, Hidayat mengatakan pihaknya tidak akan mengawal pansus tersebut. Sebab, sejak awal tidak setuju dengan pembentukan angket KPK. “Kami tegaskan kami tidak bertanggunggjawab atas pengambilan keputusan yang bermasalah itu, kami tidak bertanggungjawab dengan selanjutnya, kami sudah sampaikan ke publik. Kami tidak mengawal-ngawal,” kata Wakil Ketua MPR itu.
Selain itu, Hidayat juga mengkritisi kinerja KPK. Ia meminta lembaga anti rasuah tersebut melakukan kinerjanya berdasarkan bukti dan fakta. Tidak bekerja berdasarkan pesanan atau tekanan politik. Hidayat menuturkan publik mempertanyakan keberanian dan profesionalitas KPK.
Publik, kata Hidayat, memgetahui KPK belum menangani sejumlah kasus besar seperti pembelian lahan oleh Pemprov DKI di Cengkareng serta kasus RS Sumber Waras.
“Pembelian aset tanah di Cengkareng nilainya bukan hanya Rp600 juta tapi lebih Rp600 miliar KPK jangan jadi sebagai alat membungkam orang yang kritis kepada pemerintah,” kata Hidayat.


Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Hidayat juga mengajak kaum terdidik atau para pemuda, untuk berkiprah dalam politik. Menurutnya, politik tidak kotor.
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid ikut berkomentar terkait adanya aturan selebaran terkait berpakaian yang dikeluarkan oleh Badan Intelejen Negara (BIN). Aturan itu melarang seluruh pegawai untuk tidak berjenggot, rambut panjang, dan bercelana cingkrang.
Partai Keadilan Sejahtera sudah mulai melakukan penjaringan internal calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menepis isu munculnya radikalisme dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta lalu. Menurut Hidayat, isu tersebut sangat menyesatkan dan tak pernah ada.

