Banyak cara dilakukan oleh para anggota legislatif dalam bekerja untuk menyerap aspirasi dan permasalahan rakyat. Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid juga punya cara untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang permasalahan – permasalahan yang dialami oleh warga.
Dr. Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua MPR mengunjungi jamaah Mushola Al Ihsan Menteng Dalam Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, dalam rangka melakukan agenda serap aspirasi pada hari Selasa (1/8). Acara serap aspirasi ini dihadiri oleh warga RT 13/02, Ortu TPA, Ketua Yayasan Cahaya Ilahi, Ketua DPRa PKS Menteng Dalam, serta kader – kader PKS Tebet.
Awal bulan Agustus ini, HNW turun mengunjungi jamaah mushola – mushola di Jakarta Selatan, salah satunya mushola Al Ihsan. Di mushola yang dikunjungi, HNW menjalin hubungan baik, serta mengedepankan keakraban, silaturahmi, tanya jawab serta serap aspirasi dengan warga yang dikunjungi. Khususnya berdialog dan mencari masukan tentang program dan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan.
Setidaknya, sudah puluhan Masjid dan Mushola yang telah beliau telah kunjungi, hal ini menunjukan kepedulian wakil rakyat HNW terhadap masyarakat, dan tempat-tempat ibadah di wilayah Jakarta Selatan khususunya.
Antusias masyarakat menyambut kedatangan wakil ketua MPR, Hidayat Nur Wahid sangat terlihat nyata. Hal ini dibuktikan oleh warga Tebet yang tidak bergeming sedikitpun dari tempat duduknya sampai jam 15.00, untuk mendengarkan, serta menyampaikan keluhan kepada wakilnya itu.
Acara berlangsung berlangsung serius tapi santai, suami dari dr. Diana ini sangat mengapresiasi dengan banyaknya masukan dari masyarakat secara langsung. Di mushola tersebut, obrolan santai dilakukan masyarakat dan DR. Hidayat Nur Wahid. Masukan dan pendapat dari masyarakat akan dijadikan bahan untuk diteruskan kepada pihak atau kementrian terkait. Dalam pertemuan dengan warga tersebut, HNW juga menyerahkan bantuan untuk sekolah TK Islam cahaya Ilahi Tebet.


Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengkritisi Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Menurutnya, pemerintah tergesa-gesa dalam mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang tersebut.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nut Wahid mengungkapkan, saat ini masih ada upaya untuk mendikotomi Islam dan keindonesiaan. Upaya dikotomi itu seolah-olah menyebut umat Islam anti-Pancasila.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tak mempermasalahkan isu presidential threshold yang belakangan ini menjadi pembicaraan alot di RUU Pemilu.
Anggota Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyesalkan adanya wacana penarikan diri Pemerintah dalam pembahasan revisi UU Pemilu. Jika langkah itu dilakukan akan membuat wajah Pemerintah terlihat tak konsisten.
Wacana pemerintah menarik diri dari pembahasan RUU Pemilu lantaran tidak ingin Presidential Treshold (PT) di bawah 20% dinilai kontra produktif.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menilai munculnya tindakan persekusi atau perburuan manusia untuk dihakimi secara semena-mena akibat adanya ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum yang dianggap tidak adil.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa segala hal yang melanggar Pancasila maupun Undang-undang Dasar (UUD) NKRI 1945 memang harus dikoreksi. Namun menurutnya permasalahan di negeri ini tidak hanya isu radikalisme.