Di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim (BELPHI) DPD PKS Jakarta Selatan mengajak warga mengubah cara pandang terhadap sampah organik. Melalui pelatihan bertajuk “Pilah dan Olah Sampah dari Rumah Menjadi Berkah” yang digelar di Aula Kebun Insan Mulia, Pengadegan, Pancoran, Sabtu (11/7), masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi sederhana, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi untuk mengelola sampah rumah tangga.
Kegiatan yang diikuti para penggerak RT, RW, PKK se-Kelurahan Pengadegan, serta perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kelurahan Pengadegan dan Kecamatan Pancoran ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, pengelolaan sampah organik melalui BSF juga membuka peluang pemanfaatan hasil budidaya sebagai pakan ternak dan ikan, sekaligus menghasilkan kasgot yang bermanfaat sebagai pupuk organik.
Narasumber dari Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Supri, menjelaskan bahwa BSF sangat berbeda dengan lalat maupun belatung yang selama ini dikenal masyarakat. “BSF bukan pembawa penyakit dan tidak mengganggu manusia. Justru larvanya mampu mengurai sampah organik dengan cepat, sedangkan kasgotnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang menyuburkan tanaman,” jelasnya. Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mempelajari siklus hidup BSF, teknik budidaya, perawatan, hingga potensi manfaat ekologis dan ekonominya bagi rumah tangga.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif melalui sesi diskusi serta praktik langsung budidaya BSF. Banyak peserta yang semula merasa ragu karena menganggap maggot identik dengan sesuatu yang menjijikkan, justru berubah antusias setelah memahami manfaatnya. Salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut membuka wawasannya bahwa maggot BSF bukan sekadar larva, melainkan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Peserta lainnya bahkan berencana membudidayakan BSF di rumah untuk mengolah sampah organik sekaligus mengurangi biaya pakan ikan lele yang dipeliharanya.
Melalui kegiatan ini, BELPHI DPD PKS Jakarta Selatan berharap semakin banyak keluarga memulai gerakan memilah dan mengolah sampah organik dari rumah. Langkah sederhana tersebut diyakini dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Pelatihan ini juga menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari teknologi yang rumit, melainkan dari perubahan cara pandang dan kebiasaan setiap keluarga dalam mengelola sampahnya sendiri.
