Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas para pengurus Cikoko beserta anggota keluarganya mengikuti peringatan Hari Keluarga Nasional di kawasan Ancol, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–10.00 WIB itu dihadiri Ketua RKI DPD, Ustadzah Nurhasanah, dan menjadi momentum mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan antar keluarga.
Peserta berangkat menuju Ancol menggunakan kendaraan pribadi dan Transjakarta. Setibanya di lokasi, panitia menggelar senam bersama, permainan keluarga, serta pembagian doorprize berupa uang tunai dan suvenir. Di saat yang sama, anak-anak menikmati suasana pantai dengan berenang dan menaiki perahu bersama keluarga sehingga kegiatan berlangsung meriah dan penuh keakraban.
Suasana kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan. Para orang tua mengikuti setiap sesi permainan dengan antusias, sementara anak-anak memanfaatkan momen tersebut untuk bermain dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Sejumlah peserta mengaku kegiatan ini menjadi kesempatan beristirahat sejenak dari rutinitas sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga melalui waktu berkualitas yang jarang didapatkan di tengah kesibukan sehari-hari.
Ketua DPRa Cikoko, Muhammad Yunus, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah di antara para pengurus dan keluarga. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi sarana mempererat ukhuwah para pengurus Cikoko beserta keluarga masing-masing,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua RKI DPD, Ustadzah Nurhasanah, mengajak seluruh peserta menjadikan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya empat pilar keluarga jannati, yakni pilar hati, akhlak, suasana, dan doa. Keempat pilar tersebut, menurutnya, harus berjalan beriringan agar setiap keluarga mampu menghadirkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Tausiyah itu sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang menegaskan bahwa kebersamaan dalam keluarga merupakan investasi berharga untuk melahirkan generasi yang berakhlak, tangguh, dan saling menguatkan.
