Home Kegiatan “Detox Digital” dan Pembentukan Generasi Tangguh Melalui Kembara PKS JakseL

“Detox Digital” dan Pembentukan Generasi Tangguh Melalui Kembara PKS JakseL

by admin

Di era ketika layar gawai seolah menjadi pusat gravitasi kehidupan anak muda kita, ada sebuah pemandangan yang menyentuh hati saya saat mendampingi anak-anak muda di Kemah Bela Negara. Sebagai Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, saya sering menyaksikan bagaimana kehidupan perkotaan yang serba cepat dan instan kerap membentuk pola pikir anak-anak kita menjadi kurang sabar dan rapuh saat menghadapi tekanan. Generasi hari ini hidup dalam genggaman layar sentuh yang memanjakan mereka dengan serba kemudahan, namun di saat yang sama menipiskan daya tahan mental dan interaksi sosial yang hangat secara tatap muka.

​Namun, pemandangan di area perkemahan itu mengubah kekhawatiran saya menjadi optimisme yang membuncah. Dari kegiatan kembara gelombang pertama sampai ketiga, awalnya saya masih sering bertemu suasana kaku dan penuh kebingungan. Banyak peserta yang gelisah karena bukan hanya kehilangan sinyal ponsel, tetapi juga ponsel dikumpulkan selama empat hari, canggung saat harus mendirikan tenda atau bivak, bahkan ragu saat diminta menyalakan api untuk memasak. Tetapi di sanalah keajaiban itu dimulai. Kegiatan fisik di alam bebas bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan sebuah proses digital detox yang terukur. Ketika layar gawai redup, kepekaan indra dan mental mereka justru menyala tajam. Alam memaksa mereka untuk menanggalkan kebiasaan serba instan dan kembali pada hakikat kehidupan yang membutuhkan proses, keringat, dan perjuangan.

​Kemudian, saya juga mulai melihat sendiri transformasi yang begitu nyata dalam hitungan hari. Anak-anak muda yang tadinya asyik dengan dunianya masing-masing, perlahan melunak dan saling merapatkan barisan. Mereka yang biasa menerima segalanya dengan mudah, kini belajar membagi tugas, memikul beban bersama, dan saling menyemangati di tengah deru teriknya siang dan dinginnya malam. Karakter mandiri, tangguh, dan disiplin yang selama ini sulit diajarkan lewat teori di dalam kelas, tumbuh secara alami dari tanah perkemahan. Ini menegaskan keyakinan saya bahwa membangun karakter pemuda era digital tidak cukup hanya dengan nasihat verbal, melainkan harus melibatkan pengalaman fisik yang membentuk ketahanan jiwa. Lewat ruang-ruang penggemblengan seperti inilah kita sedang menyiapkan calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga kokoh secara mental dan membumi dalam kepribadian.

Ketua DPD PKS Jakarta Selatan,

Furqoni Yudhistira

Spread the love

You may also like

Leave a Comment