Home Kegiatan KEMBARA — DARI TAKUT JADI RINDU

KEMBARA — DARI TAKUT JADI RINDU

by admin

Jujur, pertama dengar kata Kembara, saya agak bergetar.

Dulu namanya Mukhoyyam. Bayangannya, fisik dikuras, tidur seadanya, makan seadanya, hiking, dan plus disiplin gaya militer.

Makanya persiapan dilakukan maksimal.

Ikut prakembara, cek kesehatan, ukur kebugaran, sampai latihan hiking dan nge-camp di sekitar Bukit Merkusi.

Hari demi hari menghitung persiapan.

Kamis siang semua perlengkapan akhirnya terkumpul.

Masuk ke carrier… Wuuush!

Yang tadinya kempes mendadak jadi tas segede Gaban dan beratnya minta ampun.

Dikeluarkan lagi. Dipilah.

Yang benar-benar perlu dibawa masuk lagi.

Ternyata dalam perjalanan, bukan cuma hati yang harus belajar melepaskan…

isi carrier juga. 😂

Selepas Isya berangkat. Pamit sama Madani dan mamanya.

“Hati-hati ya, Yah. Jangan lupa ngabarin kalau sudah sampai.”

“Siap!”

Sambil hormat miring-miring, biar kelihatan gagah. 😂

Madani malah bertanya, “Yah, camping-nya di mana? Madani nggak boleh ikut?”

Ujungnya harus menjelaskan panjang lebar sambil menitipkan rumah kepada cah lanang ini.

Dan seperti biasa… disogok cokelat kesukaannya.

Berangkatlah…

Sampai lokasi, ternyata nama saya masuk peserta dalam pantauan karena tensi tinggi saat mengisi GForm.

Waduh…

Carrier sudah segede Gaban, sepatu sudah outdoor, gaya sudah kalcer.

Masa akhirnya nggak boleh ikut?

Alhamdulillah, setelah diperiksa dan diberi wejangan, akhirnya boleh ikut.

Sambil diwanti-wanti jangan lupa obat darah tinggi. Amlodipine. 😂

Dan ternyata…

Semua kekhawatiran saya salah.

Kembara kali ini layak diberi empat jempol! 👍👍👍👍

Kembara yang dilaksanakan oleh DPD PKS Jakarta Selatan (gelombang pertama) ini ternyata bukan seperti yang saya bayangkan.

Penuh keceriaan. Penuh tawa. Penuh kerinduan bertemu sahabat-sahabat lama.

Kami makan nasi setengah matang, yang dalam kondisi lapar ternyata tetap terasa nikmat.

Makan duren malam-malam tanpa takut ditegur bini di rumah. 😂

Dan yang paling menyenangkan… Bisa kembali berkumpul bersama para pemuda.

Eh… Sekarang sudah banyak yang jadi aki-aki, tapi semangatnya masih muda. Para pendaki senja.

Salut buat panitia yang tetap sabar dan tersenyum menghadapi tingkah para peserta yang kalau dilihat anak cucunya mungkin bikin mereka pura-pura tidak kenal. 😂

Ternyata Kembara bukan sekadar kemah. Bukan sekadar hiking.

Bukan sekadar menguji fisik. Kembara mengingatkan bahwa waktu berjalan begitu cepat.

Dulu kita berkumpul sebagai anak muda. Sekarang rambut mulai memutih, napas mulai pendek, lutut mulai banyak protes.

Tapi ada satu yang semoga tidak ikut menua, persahabatan…

Kita mungkin sibuk dengan kehidupan masing-masing, sampai jarang punya kesempatan untuk berkumpul.

Dan Kembara mempertemukan kita lagi. Membuat kita tertawa lagi.

Berjalan bersama lagi. Saling membantu lagi.

Menguatkan kembali tali sayang dan mahabbah yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan.

Ah… Kembara. Baru selesai…

sudah rindu lagi. Semoga bukan yang terakhir.

Karena kita tidak pernah tahu berapa kali lagi Allah memberi kesempatan untuk berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi.

Hari ini masih bisa berjalan bersama. Masih bisa tertawa. Masih bisa makan bersama.

Maka nikmatilah. Sebab suatu saat nanti mungkin ada yang sudah tidak kuat mendaki.

Atau bahkan sudah lebih dulu dipanggil pulang. Dan ketika saat itu tiba, yang tersisa hanyalah kenangan.

Bukan tentang seberapa tinggi kita mendaki… Tapi siapa yang berjalan bersama kita.

Semoga suatu hari nanti, ketika kaki sudah tak kuat diajak mendaki, kita masih bisa duduk bersama, minum kopi tanpa gula, lalu berkata: “Ingat nggak… dulu kita pernah Kembara bareng?”

Lalu tertawa.

Karena ternyata… perjalanan yang paling indah bukan yang paling jauh, tetapi perjalanan yang kita jalani bersama orang-orang yang kita sayangi.

Terima kasih DPD PKS Jakarta Selatan, para panitia, dan seluruh sahabat seperjalanan.

Sampai jumpa di Kembara berikutnya. InsyaAllah…

*) dicopy paste dari FB nya Banjian, Temen Ngopi Tanpa Gula ☕️

Spread the love

You may also like

Leave a Comment