Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan, Furqoni Yudhistira, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, struktur, dan peserta atas suksesnya pelaksanaan tiga gelombang Kembara (Kemah Bela Negara) DPD PKS Jakarta Selatan. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup melalui Kembara Sapu Jagad yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, Furqoni menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari gelombang pertama hingga gelombang ketiga. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Kembara merupakan hasil kerja bersama dan cerminan semangat kebersamaan dalam membangun soliditas organisasi.
“Atas nama DPD PKS Jakarta Selatan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, struktur, kader, peserta, dan semua pihak yang telah menyukseskan Kembara selama tiga gelombang ini. Semoga seluruh lelah menjadi amal, setiap langkah menjadi pahala, dan setiap silaturahim membawa keberkahan, aamiin” ujar Furqoni.
Ia menegaskan, Kembara bukan sekadar kegiatan luar ruang atau perjalanan fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan yang memadukan penguatan ruhiyah, wawasan, kebersamaan, dan ketahanan fisik. Melalui pengalaman bersama di alam terbuka, peserta diharapkan semakin memperkuat ukhuwah, kedisiplinan, kepedulian, serta kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“Kembara Sapu Jagad bukan sekadar perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan ruhiyah, perjalanan ukhuwah, perjalanan konsolidasi, dan perjalanan untuk meneguhkan kembali arah perjuangan kita,” ungkapnya.
Furqoni juga mengingatkan agar semangat yang tumbuh selama Kembara tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Menurutnya, energi kebersamaan yang terbentuk harus diteruskan dalam kerja nyata, baik melalui pembinaan anggota, pelayanan kepada masyarakat, maupun penguatan struktur dan jaringan organisasi.
Ia mengajak seluruh anggota PKS Jakarta Selatan untuk menjadikan pembinaan, pelayanan, serta konsolidasi sebagai tiga fokus utama dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan demikian, kehadiran PKS di tengah masyarakat tidak hanya terlihat melalui aktivitas politik, tetapi juga dirasakan melalui kontribusi dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Jangan sampai Kembara selesai, semangat kita juga selesai. Kembara boleh ditutup, tetapi konsolidasi jangan berhenti. Acara boleh selesai, tetapi silaturahim harus terus berjalan,” tegasnya.
Furqoni berharap keberhasilan tiga gelombang Kembara menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas, memperluas kebermanfaatan, dan meningkatkan kualitas pembinaan anggota PKS Jakarta Selatan.
Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur yang solid, tetapi juga oleh anggota yang aktif, pelayanan yang nyata, jaringan yang luas, serta kemampuan untuk terus menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya Kembara Sapu Jagad di Cidahu, seluruh rangkaian Kembara DPD PKS Jakarta Selatan tahun 2026 resmi ditutup. Furqoni berharap pengalaman dan semangat yang diperoleh para peserta dapat menjadi energi baru untuk melanjutkan pengabdian, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jakarta Selatan.
