Data dari diskusi yang diselenggarakan oleh tim relawan “RIDO Menyapa” di wilayah Jakarta Selatan menunjukkan bahwa isu pendidikan menjadi daya tarik utama bagi para ibu, terutama dengan adanya program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan sekolah gratis di sekolah negeri maupun swasta yang ditawarkan oleh pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO). Minat tinggi, dukungan, dan harapan yang terlihat dari para ibu terhadap program ini bahkan telah menyebabkan sebagian warga beralih dukungan kepada RIDO dan lainnya semakin yakin untuk terus mendukung RIDO.
Banyak ibu di Jakarta Selatan, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, menghadapi tekanan finansial yang tinggi. Biaya pendidikan menjadi beban yang signifikan dalam anggaran rumah tangga, sehingga bantuan seperti KJP Plus dan program sekolah gratis menjadi solusi praktis dan langsung terasa manfaatnya.
Para ibu sangat memperhatikan kualitas dan akses pendidikan bagi anak-anak mereka. Dengan adanya sekolah gratis yang mencakup negeri dan swasta, RIDO berhasil menjawab kebutuhan pendidikan yang lebih merata. Selain itu, program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi untuk mendapatkan akses yang setara.
Di antara cagub cawagub Jakarta yang paling sering menawarkan berbagai program, Ridwan Kamil dan Suswono dinilai telah menunjukkan kredibilitas dan rekam jejak dalam implementasi kebijakan berbasis kesejahteraan masyarakat. Para ibu yang mendukung RIDO merasa bahwa kedua figur ini akan melanjutkan program KJP Plus serta sekolah gratis dengan serius dan konsisten, dibandingkan kandidat lainnya.
Diskusi dengan para ibu di Jakarta Selatan juga menunjukkan adanya dinamika sosial yang signifikan. Ketika satu kelompok ibu menunjukkan dukungan terhadap program ini, cenderung muncul efek bola salju di mana dukungan itu menyebar ke ibu-ibu lain. Relawan menemukan bahwa sosialisasi dan komunikasi dari mulut ke mulut menjadi penggerak kuat dalam membangun basis dukungan yang solid.
Dari data yang dikumpulkan, banyak warga yang semula mendukung calon lain kini memilih berpindah dukungan kepada RIDO. Mereka percaya bahwa program-program pendidikan yang konkret seperti KJP Plus dan sekolah gratis adalah prioritas nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dukungan ini juga merupakan bukti bahwa ibu-ibu Jakarta Selatan tidak hanya mendukung janji politik, tetapi juga mendukung kebijakan yang jelas dampaknya bagi kehidupan sehari-hari.
Ketua pemenangan RIDO di Jakarta Selatan juga mengonfirmasi hal tersebut kepada anggota tim relawan. Ia menegaskan bahwa program KJP Plus dan sekolah gratis telah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan dukungan terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Suswono. Menurutnya, tidak hanya ibu-ibu, tapi juga keluarga secara keseluruhan merasa lebih yakin dan termotivasi untuk memilih RIDO karena adanya jaminan program pendidikan yang memberikan dampak langsung.
Lebih lanjut, ketua pemenangan itu mengungkapkan bahwa ini merupakan hasil dari strategi komunikasi yang tepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di kalangan ibu-ibu. “Program-program ini bukan hanya mendengarkan aspirasi mereka, tetapi juga menawarkan solusi nyata terhadap tantangan yang mereka hadapi sehari-hari,” ujarnya. Pernyataan ini semakin memperkuat keyakinan bahwa RIDO mampu mengelola dan mewujudkan program-program populis yang terarah dan berdampak.
Kendati demikian, tantangan tetap ada. Beberapa ibu mengkhawatirkan konsistensi program ini jika RIDO terpilih nanti. Oleh karena itu, penting bagi pasangan ini untuk terus menjaga komunikasi dan membangun kepercayaan dengan memberikan bukti-bukti keberhasilan serupa yang pernah dicapai oleh Ridwan Kamil di wilayah kepemimpinannya sebelumnya. RIDO perlu menjadikan masukan dan harapan warga sebagai tolok ukur komitmen mereka untuk mewujudkan program yang ditawarkan.
Melalui sosialisasi yang kuat dan pendekatan berbasis kebutuhan, RIDO berhasil menanamkan harapan baru di kalangan ibu-ibu Jakarta Selatan. Program pendidikan yang konkret dan langsung terasa bagi keluarga menjadikan mereka bukan hanya pemimpin politik, tetapi harapan bagi masa depan pendidikan anak-anak di ibu kota.
