Ratusan warga menghadiri kegiatan Reses III Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Jalan Agung Raya 1 RT 04/RW 03, Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (6/7). Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, tersebut dirangkai dengan Sosialisasi AKSES PKS (Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas) sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Sosialisasi disampaikan oleh Hawwa, Sekretaris Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas DPD PKS, jakarta Selatan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa AKSES PKS merupakan inisiatif yang mendorong pemberdayaan kelompok rentan melalui pendampingan sosial, pelatihan kemandirian, serta perluasan partisipasi masyarakat. “AKSES PKS hadir untuk memastikan kelompok rentan dan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pendampingan, pemberdayaan, dan pelibatan mereka di setiap ruang kehidupan,” ujarnya.
Menurut Hawwa, pelaksanaan AKSES PKS melibatkan anggota PKS, Relawan Sahabat Inklusi (SahabatIn) PKS, serta masyarakat umum dalam mendampingi anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Program ini dijalankan secara berkelanjutan di berbagai daerah dengan pendekatan SAKLiP, yaitu Sayangi, Kenali, Libatkan, dan Penuhi, untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Pada kesempatan yang sama, Ade Suherman mengatakan reses tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga ruang menghadirkan edukasi yang menjawab kebutuhan warga. “Masyarakat tidak hanya ingin didengar aspirasinya, tetapi juga membutuhkan solusi dan pengetahuan yang bermanfaat. Karena itu kami menghadirkan Sosialisasi AKSES PKS agar semakin banyak warga memahami pentingnya memberikan perhatian, perlindungan, dan kesempatan yang sama bagi kelompok rentan serta penyandang disabilitas. Membangun masyarakat yang inklusif adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Ade Suherman.
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi dan dialog bersama peserta. Antusiasme warga menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu perlindungan kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal memperluas kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara warga, relawan, dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif di Jagakarsa.
