Jakarta menjadi sorotan politik dengan semakin dekatnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dalam atmosfer yang penuh dengan dinamika, Zahrina Nurbaiti, seorang anggota legislatif yang dikenal sebagai sosok cerdas dan vokal, kembali menjadi pusat perhatian. Baru-baru ini, Zahrina melakukan kunjungan penting ke berbagai wilayah di Jakarta dapil 7 untuk melakukan sosialisasi terkait pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Ridwan Kamil dan Suswono, atau yang lebih dikenal dengan nama pasangan RIDO.
Sebagai anggota legislatif, Zahrina Nurbaiti yang dikenal luas atas dedikasinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Namun, di Pilkada Jakarta kali ini, ia tidak hanya berperan sebagai anggota legislatif, tetapi juga sebagai pendukung utama pasangan RIDO. Dalam kunjungannya, Zahrina melakukan dialog langsung dengan masyarakat, menyampaikan visi-misi pasangan ini serta program-program unggulan yang diusung oleh Ridwan Kamil dan Suswono.
Dalam setiap pertemuannya, Zahrina dengan percaya diri menyampaikan gagasan mengenai pentingnya kepemimpinan yang visioner dan berbasis pada pengalaman serta kredibilitas. “Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menyatukan warga dari beragam latar belakang. Inilah yang kami lihat dalam pasangan RIDO, Ridwan Kamil dengan pengalamannya sebagai arsitek pembangunan kota dan Suswono dengan rekam jejaknya yang solid di sektor ekonomi,” jelas Zahrina di hadapan puluhan warga Ulujami yang antusias.
Melalui sosialisasi ini, Zahrina memperkenalkan sejumlah program unggulan dari pasangan RIDO yang diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta. Salah satu program utama yang disorot adalah Jakarta Smart City, sebuah inisiatif digital yang akan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik, mengurai kemacetan, serta memperbaiki infrastruktur.
“Ridwan Kamil telah berhasil mengimplementasikan konsep Smart City, dan kami yakin dia bisa membawa perubahan yang lebih besar di Jakarta. Ditambah lagi, Suswono memiliki latar belakang yang kuat di bidang pertanian dan ekonomi, sehingga bisa membantu memperkuat ketahanan pangan serta mengatasi ketimpangan ekonomi di ibu kota,” tambah Zahrina.
Selain program Smart City, pasangan RIDO juga berkomitmen pada penataan lingkungan yang berkelanjutan. Mereka berencana memperbanyak ruang terbuka hijau dan mendorong inisiatif pengelolaan sampah yang lebih efektif. Zahrina menekankan, “Kita butuh pemimpin yang tidak hanya memikirkan perkembangan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Jakarta harus menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali generasi sekarang dan mendatang.”
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Zahrina mendapatkan sambutan positif dari berbagai lapisan masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, warga menyatakan harapannya terhadap pasangan RIDO yang dinilai mampu membawa perubahan nyata. “Kami butuh pemimpin yang paham kebutuhan warga, bukan hanya janji-janji kosong. Melihat rekam jejak Ridwan Kamil di Bandung dan Suswono di tingkat nasional, kami yakin mereka adalah pasangan yang tepat,” ujar seorang warga di Ulujami Jakarta Selatan.
Sosialisasi ini juga menjadi ajang bagi warga untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai isu yang mereka hadapi. Mulai dari masalah transportasi publik, penanggulangan banjir, hingga penyediaan lapangan kerja. Zahrina dengan tenang dan penuh empati menampung setiap aspirasi warga dan menjelaskan bagaimana program-program RIDO bisa menjawab tantangan tersebut.
Dalam setiap kunjungan dan sosialisasi yang dilakukan, Zahrina Nurbaiti menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang berpengalaman dan berkomitmen pada perubahan yang nyata. Pasangan RIDO, dengan kombinasi keahlian Ridwan Kamil dan Suswono, diyakini bisa membawa Jakarta ke arah yang lebih baik, tidak hanya dari segi pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan warganya secara keseluruhan.
Dengan semangat, Zahrina terus melanjutkan perjuangannya, menyuarakan pesan perubahan dan memperkenalkan sosok pemimpin yang dianggap mampu menjawab tantangan Jakarta ke depan. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan pasangan calon, tetapi juga membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemimpin, sebuah langkah penting dalam mewujudkan demokrasi yang lebih partisipatif.













