Dalam lanskap politik Pilkada Jakarta, fenomena “coblos semuanya” sering menjadi pilihan yang mengakar bagi sejumlah pemilih. Namun, belakangan ini, gerakan PKS Menyapa membawa angin perubahan. Melalui dialog, rembug kecil-kecilan, dan ceramah-ceramah yang dijalin dengan pendekatan halus, PKS telah berhasil menggerus paradigma lama ini. Pendekatan ramah dan dialogis inilah yang secara perlahan tetapi pasti mengubah arah dukungan sebagian masyarakat.
AL Mansyur, Ketua DPD PKS Jakarta Selatan menyatakan bahwa gerakan PKS Menyapa adalah sebuah strategi unik yang fokus pada kedekatan personal antara warga, anggota PKS dan juga para legislatif PKS. Tidak hanya sekedar ajakan politik, tetapi lebih kepada mendengarkan aspirasi masyarakat. Pendekatan ini terasa lebih manusiawi dan menghargai pilihan setiap individu, tanpa paksaan atau intimidasi. Para anggota PKS tidak sekedar berkampanye, tetapi turut membangun dialog dan menjalin relasi yang erat dengan warga.
Dalam gerakan ini, menurut AL Mansyur anggota PKS Menyapa menggunakan cara-cara yang lembut, sopan, dan berbasis data untuk meyakinkan masyarakat yang awalnya cenderung memilih “coblos semuanya”. Di tengah masyarakat yang semakin kritis dan terinformasi, kampanye berbasis fakta dan komunikasi yang terstruktur terasa lebih efektif. Alih-alih terjebak pada retorika politik, PKS menawarkan pendekatan berbasis data yang mampu menjelaskan kelebihan pasangan kandidat yang diusung, seperti RIDO (Ridwan Kamil dan Suswono).
Masih menurut AL Mansyur, PKS tentu menghormati sepenuhnya hak politik warga. Bagi mereka yang tetap berpegang teguh pada pilihan “coblos semuanya”, PKS tetap menunjukkan sikap hormat dan tidak memaksakan pilihan. Pendekatan ini didasari oleh pemahaman bahwa setiap warga negara berhak menentukan pilihannya sendiri. PKS hanya berusaha mengingatkan, bukan memaksa. Ini memberikan gambaran bahwa PKS benar-benar mendukung demokrasi sehat dan menghargai perbedaan pendapat.
Meski demikian, menurut AL Mansyur ada fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa gerakan PKS Menyapa telah memberikan dampak signifikan. Banyak warga yang awalnya bertekad untuk memilih “coblos semuanya”, kini mulai mempertimbangkan pilihan mereka dengan lebih rasional dan memilih pasangan RIDO. Ini adalah sebuah indikator bahwa kampanye PKS yang ramah, berbasis data, dan merangkul warga dalam dialog yang terbuka, berhasil menggeser paradigma lama.
Kedekatan warga dengan PKS, terutama dengan anggota legislatif PKS, menjadi faktor utama dalam perubahan ini. Relasi yang dibangun dengan warga tidak hanya dalam ranah politik, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari, memberikan rasa kepercayaan yang kuat. Masyarakat mulai melihat PKS sebagai partai yang bukan hanya ingin menang, tetapi benar-benar ingin melibatkan warga dalam proses politik yang lebih luas dan bermakna.
Pada akhirnya, pergeseran dukungan dari “coblos semuanya” menuju dukungan pada pasangan RIDO adalah cerminan dari transformasi sosial-politik yang terjadi di Jakarta. PKS Menyapa berhasil menunjukkan bahwa melalui dialog yang inklusif, pendekatan berbasis data, dan penghormatan terhadap pilihan warga, perubahan politik bisa terjadi secara alami dan tanpa paksaan.
Terakhir AL Mansyur menegaskan bahwa dalam konteks Pilkada Jakarta, PKS telah menunjukkan bahwa politik tidak melulu soal kekuasaan, tetapi juga soal kepercayaan, hubungan yang tulus, dan partisipasi yang bermakna. Pergeseran ini memberikan harapan baru bagi masa depan politik Jakarta, di mana warga merasa lebih didengar, dilibatkan, dan dihormati dalam proses pengambilan keputusan.
