Maret 2016, Aleg PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani sudah meneruskan aspirasi warga akan perlunya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sekitaran Pejaten Village atau LIPIA. Aspirasi warga ini, beliau teruskan lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Saat itu rapat berlangsung panas, lantaran pihak Pemprov DKI masih mau menunda pembangunan JPO di depan kampus LIPIA, yang sudah banyak memakan korban jiwa. Bang Achmad Yani sangat menyesalkan belum terealisasinya pembangunan JPO tersebut, korban akibat tidak adanya JPO di lokasi tersebut, selama lima tahun terakhir telah banyak memakan 15 korban jiwa termasuk wanita dan anak-anak. “Ini urusan nyawa orang, kita tidak bisa main-main, jadi harus sesegera mungkin,” ujar politisi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Selatan VIII, yang meliputi Kecamatan Tebet, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Jagakarsa.
Pengajuan pembangunan JPO di lokasi tersebut sebenarnya sudah lama, namun hingga saat ini belum mulai dibangun – bangun. Bang Yani sangat berharap pembangunan JPO tersebut dapat terealisasi di tahun 2016. “Jangan tunda lagi, Pemprov DKI harus prioritaskan pembangunan JPO tersebut di APBD Perubahan 2016 ini,” ujar Bang Yani.
Usulannya tersebut akhirnya baru disetujui dan akan dibangun fisiknya pada tahun 2018 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (PKLH) Jaksel, Bambang Eko pada hari Minggu (30/7). “Pembangunan JPO di Jalan Warung Jati Barat untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat termasuk mahasiswa di sekitar lokasi,” katanya. Eko mengatakan JPO yang akan dibangun tepatnya di depan Mall Pejaten Village menuju kampus LIPIA yaitu di jalan Buncit Raya. Eko juga meminta masyarakat bersabar karena tahun ini baru tahap perencanaan, setelah sebelumnya tim Pemko Jaksel meninjau lokasi, pembangunannya akan dilaksanakan pada 2018. Diharapkan dengan pengalihan tersebut dapat menekan kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan ini.
Bang Yani mengucap syukur alhamdulillah aspirasi warga masyarakat tentang JPO di Pejaten sudah bisa direspon baik oleh Dishub. Aspirasi yang memang datangnya dari masyarakat yang kemudian diperjuangkan dan diteruskan oleh anggota DPRD ke Dishub untuk segera direalisasikan. “Hampir setiap saat pemda, khususnya dishub saya ingatkan tentang masalah JPO ini. Walaupun masih harus menunggu sampai tahun 2018, saya merasa bahagi dan senang karena problem yang dihadapi masyarakat penyebrang jalan d daerah LIPIA dan Pejaten Village akan dapat terselesaikan, dan korban kecelakaan bisa dihindari lebih banyak lagi,” tambahnya.
Sumber :


Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana secara tegas mengatakan menolak untuk membahas kelanjutan dari dua Raperda terkait Reklamasi pantai utara Jakarta. Hal ini disampaikan setelah menerima rombongan Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan Relawan Gerbang Jakarta, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/7/2017).



Anggota Legislatif Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani, merespon cepat perwakilan warga yang pada Selasa (30/5) lalu mengadukan permasalahan wilayahnya ke Fraksi PKS, terkait rencana Pembangunan Pasar dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dilahan Pasar Minggu. Wakil rakyat PKS daerah pemilihan Jakarta Selatan ini menemui perwakilan warga di Masjid Palapa sekaligus ibadah shalat Ashar berjamaah.
Di bulan Ramadhan yang suci, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta tetap menerima aspirasi di Hari Aspirasi pada Selasa setiap pekannya. Kali ini Fraksi PKS menerima Forum RT RW LMK Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, untuk menyampaikan penolakan pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di lahan PD Pasar Jaya, Pasar Minggu. Perwakilan warga ini di terima oleh Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, dan Anggota DPRD Komisi A bidang Pemerintahan Fraksi PKS daerah pemilihan (dapil) Jakarta Selatan Achmad Yani, dan Anggota Komisi D bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta, Rois Hadayana Syaugie.



