Di tengah semarak kampanye politik, para relawan dan simpatisan RIDO punya cara tersendiri dalam menunjukkan dukungan mereka. Salah satu kisah unik datang dari seorang relawan yang mendapat kunjungan dari berbagai tim sukses pasangan lain. Setiap kali mereka datang membawa kalender atau suvenir kampanye, relawan ini selalu menyambut ramah. Setelah kunjungan tim kompetitor, relawan RIDO ini bercerita ke teman – temannya sesama relawan RIDO, “Namanya juga dikasih, ya tetap kita terima. Toh, soal memilih nanti, itu urusan lain. Kami sekeluarga sudah bulat pilihannya, yaitu untuk RIDO.”
Sikap hangat ini menunjukkan prinsip para relawan RIDO yang menjunjung tinggi hablumminannas, menjaga hubungan baik dengan sesama, tak peduli dari kubu mana pun. Namun, di balik keramahan mereka, ada komitmen teguh untuk mencoblos nomor 1 pada 27 November nanti. Memilih RIDO bukan sekadar soal politik, tetapi wujud harapan akan masa depan yang lebih baik.
Yang menarik, tipikal relawan dan simpatisan RIDO seperti ini tidak hanya ada di satu tempat. Di berbagai wilayah, termasuk di Mampang Prapatan, ada banyak simpatisan yang memilih untuk bergerak dalam diam. Mereka aktif membantu persiapan kampanye, menyebarkan informasi, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan, namun tanpa menunjukkan afiliasi mereka secara terang-terangan. Sering kali, orang-orang dari kubu kompetitor mengira mereka belum punya pilihan atau masih bimbang.
Padahal, di balik sikap tenang itu, mereka adalah pendukung setia yang sudah mantap memilih nomor 1. Mereka kerap melaporkan kejadian-kejadian lucu saat tim kompetitor mendatangi mereka dengan asumsi keliru. Namun, sambil tersenyum, mereka tetap menjaga keramahan, menyambut setiap kunjungan sebagai bagian dari hubungan baik antarwarga.
Inilah yang membuat relawan dan simpatisan RIDO begitu unik. Meskipun tak selalu tampak, mereka adalah kekuatan solid yang bergerak bersama demi masa depan yang lebih baik. Dan ketika tiba saatnya di TPS nanti, mereka sudah mantap mencoblos pasangan nomor 1, RIDO, sebagai bentuk komitmen dan keyakinan akan perubahan yang positif.




Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan memecahkan rekor MURI dalam Lomba Makan Kerupuk yang diikuti 2627 peserta dari 14 RW.





