
Forsitma (Forum Silaturahim Tokoh Majlis Taklim) BPKK DPRa PKS Tanjung Barat mengadakan agenda Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H serta Santunan Yatim, Janda dan Dhuafa di Masjid Jami’ Al-Barokah melalui Majlis Taklim Salsabila pada Kamis (04/11) dengan membawa tema, “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita jalin silaturahim dan berbagi bersama Anak-Anak Yatim, Janda dan Dhuafa”.
Sebanyak 150 jamaah hadir pada acara tersebut dan juga hadir 60 anak yatim, janda dan dhuafa yang diberikan santunan. Acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang difasilitasi oleh DPRa PKS Tanjung Barat ini, dihadiri oleh Anggota DPRD FPKS DKI Jakarta, Bapak Dedi Supriadi, S.I. Kom, Ibu Ustdzah Hj. Aan Anita Tri Susilawati, S.Pd, M.Pd selaku Ketua BPKK DPW DKI Jakarta dan juga Ketua PC IGRA Jagakarsa. Hikmah maulid 4disampaikan oleh Ketua Forsitma DPC PKS Jagakarsa, Ustadzah Herlinda Huda S.Sy. Beliau memberikan motivasi dan nasehat tentang makna dan nilai – nilai yang tergantung didalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Makna dan nilai yang terkandung para perayaan Maulid Nabi Muhamamd SAW daintaranya adalah peringatan Maulid Nabi mengandung nilai-nilai spiritual, bahwasanya Rasululloh Muhammad SAW diutus oleh Allah sebagai Rahmatan Lil ‘Aalamiin (Rahmat bagi seluruh alam). Kemudian kaum muslimin dimohon untuk memperbanyaklah sholawat agar kita memperoleh syafaat di Yaumil Akhir nanti. Rasululloh memiliki suri tauladan yang baik, mengajarkan nilai-nilai persatuan dimana diharapkan kita sebagai Umat Islam tidak terpecah belah, bercerai berai melainkan bersatu. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, dan kita berkewajiban mendamaikan saudara kita jika ada yang berselisih, bertakwa kepada Allah agar kita memperoleh Rahmat-Nya.
Harapan para jamaah agar perayaan Maulid Nabi ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahunnya, begitu juga respond anak – anak yatim, janda dan dhuafa, mereka sangat senang sekali. Ditengah Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, PKS melalui Forsitma – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) tetap peduli terhadap mereka dengan melakukan santunan secara rutin. (AIN)




Alumni Pesantren Gontor yang menempuh studi di Madinah selama 13 tahun ini mengambil topik mengenai momen hijrah Nabi Muhammad ke Madinah yang kini diperingati sebagai Tahun Baru Islam, yang menjadi penentu bagi umat Islam Indonesia untuk memiliki rujukan dalam perjalanan dan perjuangan Islam.