Merawat sebuah partai politik di tingkat daerah agar tetap langgeng, kuat, kompak, solid dan terus dekat dengan umat dan rakyat bukanlah perkara mudah. Sedikitnya, kekompakan dan kesolidan antar pengurus harus tetap dipelihara dan dijaga. Ada kalanya kinerja seorang kader atau pengurus meningkat, namun terkadang juga menurun. Sejalan dengan itu, menjaga kekompakan dan kesolidan pun masih sangat perlu sebagai pondasi dalam membangun sebuah tim yang kuat.
Di Tingkat Jaksel, PKS masuk dalam group tiga besar, beberapa prestasi juga berhasil ditorehkan oleh para pengurus dan kader – kader PKS Jaksel. Prestasi demi prestasi dan juga dukungan konstituen haruslah tetap dikawal oleh kekompakan dan kesolidan tim pengurus PKS Jaksel. Satu sama lain harus saling menutupi kekurangan, tidak ada yang mengaku bahwa dirinya paling bisa dan paling berjasa.
“Agenda ke depan sudah terbayang, ujian dan aral akan semakin sering ditemui, badai politik dan turbulensi politik juga akan semakin sering terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah kencangkan ikatan kesolidan dan kekompakan di antara sesama kader dan juga pengurus,” ujar Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur.
Sebuah cita – cita dan tujuan mulia akan bisa tercapai jika dibarengi kerja keras, kesolidan, dan kekompakan. Apabila kesolidan dan kekompakan bisa tetap dijaga, maka Al Mansur yakin timnya akan bisa bermain bagus dan tidak tertatih-tatih dalam melewati tahun politik 2018 dan 2019. “Yang paling penting, antara satu kader atau pengurus dengan pengurus lainnya harus saling mendukung,” ujar Al Mansur.
Ketua PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah mengungkapkan bahwa untuk membentuk kekompakan dan kesolidan tim pengurus DPD PKS Jaksel dibutuhkan proses. Kekompakan dan kesolidan tidak bisa dicapai semudah membalikkan telapak tangan. “Untuk membangun sebuah tim yang solid itu, pondasinya harus kuat, tidak bisa sebentar, dan harus dibumbui dengan sabar dan ikhlas,” tukasnya.
Pekan ini, seluruh pengurus DPD PKS Jaksel yang berjumlah kurang lebih 60-an orang akan mengikuti uji kekompakan dan kesolidan selama dua hari di sebuah tempat di luar kota Jakarta. Mereka akan dibimbing dan diarahkan oleh sebuah tim khusus yang sudah berpengalaman menggali potensi dan strategi menumbuhkan atau melahirkan kesolidan dan kekompakan.




Tepat pukul 17.20 Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo beserta rombongan mengunjungi posko mudik mobile PKS Jakarta Selatan yang letaknya bersebelahan dengan agen Bus AKAP Sinar Jaya pada Jumat (23/6/2017).



Jakarta sebagai ibukota Indonesia identik dengan kehidupan metropolitan yang gemerlap dan hedonis. Tetapi cahaya religiusitas masih bersinar di kota ini, cahaya itu kian terasa di akhir – akhir ramadhan seperti saat ini. Jakarta kini, 22 Juni 2017 memasuki usianya yang ke-490. Ibu Kota Indonesia itu lahir pada 22 Juni 1527 dengan nama Jayakarta. Tanggal tersebut diketahui merupakan hari di mana pasukan Fatahillah sebagai panglima Kesultanan Demak merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis. 490 sebuah usia yang harusnya sudah cukup matang dan dewasa untuk menyelesaikan berbagai masalah internalnya. Namun kita ketahui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sampai kini. Kini ulang tahun Jakarta terjadi di akhir – akhir bulan ramadhan, di 10 hari terkahir bulan ramadhan, dimana sebagain warga Jakarta duduk bersimpuh memanjatkan doa dan dzikir di masjid – masjid, sholat taraweh atau sholat malam, itikaf, khataman Qur’an dan lain – lain.


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan akan menyiapkan titik posko mudik yang disediakan untuk para pemudik Lebaran tahun 2017, khususnya untuk warga yang tinggal di Jaksel.