Home Kegiatan Kesabaran Ibu Mamik Berbuah Panen di Lahan Sempit

Kesabaran Ibu Mamik Berbuah Panen di Lahan Sempit

by admin

Kesabaran dan ketekunan akhirnya membuahkan hasil bagi Ibu Mamik, pengurus BPPN (Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan) DPC PKS Mampang Prapatan sekaligus anggota Kelompok Tani (Poktan) RW 03 Zanzabila. Bersama ibu-ibu Poktan lainnya, ia berhasil memanen sekitar 800 gram kacang panjang dari empat pot tanaman di kawasan Pela Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa lahan sempit di tengah kota tetap mampu menghasilkan pangan sehat jika dikelola dengan baik.

Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. Selama berbulan-bulan, Ibu Mamik bersama anggota Poktan menjalani setiap tahapan budidaya dengan penuh kesabaran, mulai dari menyiapkan media tanam, menyemai benih, menyiram, hingga merawat tanaman sampai memasuki masa panen. Semangat gotong royong menjadi kunci yang menjaga kebun tetap produktif dan terus berkembang.

Selain menghasilkan kacang panjang, kebun Poktan RW 03 Zanzabila juga ditanami jagung pulut, cabai, terong, dan pisang Cavendish. Menurut Ibu Mamik, berkebun bukan sekadar menanam, tetapi juga proses membangun karakter. “Mengolah tanaman itu ibarat membina keluarga, ia butuh kasih sayang, perhatian, dan kesabaran,” ujarnya. Setelah panen kacang panjang, jagung pulut yang tumbuh subur di kebun tersebut diperkirakan akan segera memasuki masa panen.

Suasana panen berlangsung hangat dan penuh kebahagiaan. Sulur-sulur kacang panjang yang menggantung lebat di atas rambatan menjadi saksi kerja keras para anggota Poktan. Setiap hasil panen yang dipetik menghadirkan senyum dan rasa syukur, karena momen tersebut bukan hanya tentang memanen sayuran, melainkan juga menikmati buah dari ketekunan, kebersamaan, dan kesabaran yang telah dijaga sejak awal.

Di tengah semakin terbatasnya ruang terbuka hijau di Jakarta, kisah Ibu Mamik menjadi inspirasi bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari halaman rumah dan lahan sederhana. Melalui urban farming, masyarakat tidak hanya memperoleh sayuran segar dan menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan serta membuktikan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.

Spread the love

You may also like

Leave a Comment