Setiap orang tua berharap dapat memberikan masa depan yang lebih baik kepada anak-anaknya.Tidak ada satupun orang tua yang menginginkan masa depan yang buruk bagi anaknya. Segala upaya dilakukan untuk menuju cita-cita tersebut.
Teori-teori mengenai pendidikan anak, pelatihan-pelatihan dan seminar parenting dilahap habis, setelah itu apa?
Menerapkan semua teori dan cara pengasuhan anak yang telah diperoleh kepada anak-anak dengan satu pemikiran bahwa itu yang terbaik untuk anak-anak. Namun terkadang orang tua lupa dengan jiwa dan pola pikir anak. Menganggap bahwa anak-anak itu harus selalu diarahkan karena mereka belum memiliki pola pikir yang baik.
Betul! Mengarahkan pola pikir dan cara bertindak anak-anak adalah tanggung jawab orang tua dan harus dimulai sejak anak usia dini. Tetapi, apakah kemudian sebagai orang tua, kita sudah memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan pemikiran anak-anak yang murni sebagai hasil olah pikirnya? Suatu pola pikir yang tanpa ditunggangi oleh pemikiran orang tua.
Terkadang orang tua perlu untuk memberi kesempatan ini, dengarkan saja apa yang mereka pikirkan tentang sesuatu dan jangan mencela atau meremehkan pemikirannya. Sekalipun bagi kita -orang tua- pemikiran itu berada di luar harapan kita.
Izinkan anak-anak itu untuk berkreasi dalam berpikir, orang tua cukup mendengarkan, bila itu sesuatu yang baik, dorong dan dukunglah mereka. Dan bila itu sesuatu yang buruk, maka tugas kita mengoreksi dan meluruskannya. Selebihnya biarkan mereka menemukan jati dirinya sendiri.
“Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” (Ali bin Abi Thalib)
Setiabudi, 23 Juli 2017
#selamat_Hari_Anak_Nasional
*) Ummu Rochimah = Konselor Keluarga Jakarta Selatan







Tepat pukul 17.20 Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo beserta rombongan mengunjungi posko mudik mobile PKS Jakarta Selatan yang letaknya bersebelahan dengan agen Bus AKAP Sinar Jaya pada Jumat (23/6/2017).





Jakarta sebagai ibukota Indonesia identik dengan kehidupan metropolitan yang gemerlap dan hedonis. Tetapi cahaya religiusitas masih bersinar di kota ini, cahaya itu kian terasa di akhir – akhir ramadhan seperti saat ini. Jakarta kini, 22 Juni 2017 memasuki usianya yang ke-490. Ibu Kota Indonesia itu lahir pada 22 Juni 1527 dengan nama Jayakarta. Tanggal tersebut diketahui merupakan hari di mana pasukan Fatahillah sebagai panglima Kesultanan Demak merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis. 490 sebuah usia yang harusnya sudah cukup matang dan dewasa untuk menyelesaikan berbagai masalah internalnya. Namun kita ketahui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sampai kini. Kini ulang tahun Jakarta terjadi di akhir – akhir bulan ramadhan, di 10 hari terkahir bulan ramadhan, dimana sebagain warga Jakarta duduk bersimpuh memanjatkan doa dan dzikir di masjid – masjid, sholat taraweh atau sholat malam, itikaf, khataman Qur’an dan lain – lain.
Pencabutan subsidi listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) yang saat ini dipakai oleh 18 juta pelanggan dinilai tergesa-gesa dan memberatkan rakyat.