Jakarta Selatan — Suasana penuh kehangatan dan keakraban tercipta dalam kunjungan kerja reses Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jakarta Selatan, Hidayat Nur Wahid, yang berlangsung bersama sekitar seratus anggota komunitas pengemudi ojek online (ojol) pada Ahad pagi hingga siang, 13 April 2025. Acara ini difasilitasi oleh DPD PKS Jakarta Selatan sebagai wujud nyata kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat lapisan bawah.
Dalam momen silaturahmi ini, para driver ojol dengan antusias menyampaikan aspirasi, curahan hati, dan cerita keseharian mereka di jalanan. Mulai dari tantangan menghadapi cuaca ekstrem, sistem bonus aplikasi, hingga persoalan keamanan dan kesejahteraan menjadi pokok diskusi yang disambut dengan perhatian serius oleh Hidayat Nur Wahid.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPD PKS Jakarta Selatan, Bung Ahmad Dasuki, yang turut mendampingi dan menyimak secara langsung berbagai keluhan dan masukan dari para mitra pengemudi. Kehadiran beliau menegaskan komitmen struktural partai dalam mendampingi dan memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan para pekerja sektor informal, termasuk driver ojek online.
Situasi para pengemudi ojek online saat ini memang tidak mudah. Mereka berada di garis depan layanan transportasi dan logistik masyarakat urban, namun kerap menghadapi tekanan dari sistem algoritma aplikasi, fluktuasi penghasilan, dan minimnya perlindungan sosial. Dalam kondisi demikian, keberpihakan dan perhatian dari para pemangku kebijakan sangat dibutuhkan sebagai bentuk kehadiran negara bagi rakyat kecil.
Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa peran Anggota DPR RI bukan hanya merumuskan kebijakan di Senayan, tetapi juga hadir langsung di tengah-tengah konstituen. “Kami ingin memastikan bahwa suara mereka yang sehari-hari berjuang di jalanan juga didengar. Kehadiran saya hari ini untuk menyimak langsung aspirasi, berbagi semangat, dan menjalin kebersamaan,” ujar politisi senior PKS tersebut.
Di akhir acara, kehangatan terasa semakin kuat dengan sesi foto bersama dan pembagian bingkisan sederhana sebagai bentuk apresiasi. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik menjadi oleh-oleh moral yang dibawa pulang oleh setiap peserta.


