Ketua Pemenangan RIDO Jakarta Selatan, Al Mansyur, menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh tim dan relawan. Di tengah derasnya fitnah yang menghampiri dari kanan kiri, serta tuduhan yang tak berdasar, ia menegaskan bahwa ini justru pertanda baik: kompetitor sedang panik.
“Kalau mereka panik, artinya kemenangan kita sudah semakin dekat. Jadi santai saja, jangan terpancing emosional,” ujar Al Mansyur dengan nada tegas namun tenang.
Ia menambahkan, fitnah yang disebar hanya akan kembali pada pelakunya sendiri. “Kalau tuduhan itu ternyata tidak benar, dan RIDO menang, seperti menepuk air di dulang, terpecik muka sendiri. Ujung-ujungnya nanti malu juga,” katanya, menggambarkan betapa karma politik bisa datang tanpa disangka-sangka.
Pada Pilkada Jakarta Tahun 2017 yang lalu, suasana politik sempat diramaikan oleh berbagai isu dan tuduhan yang bernuansa provokasi. Salah satu tuduhan yang kerap dilontarkan kompetitor adalah bahwa jika calon gubernur yang didukung PKS menang, Jakarta akan berubah seperti Afghanistan atau Suriah, penuh kekacauan, intoleransi, bahkan ancaman perpecahan.
Namun, waktu telah membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Hingga akhir masa kepemimpinan gubernur tersebut, semua skenario yang digembar-gemborkan tak pernah terjadi. Jakarta tetap menjadi kota metropolitan yang stabil, hidup, dan penuh toleransi. Tidak ada tanda-tanda kehancuran seperti yang dulu didramatisasi oleh para kompetitor.
Hal ini menjadi pelajaran besar, terutama bagi publik, untuk lebih bijak dalam menghadapi propaganda dan fitnah. Tuduhan semacam itu sering kali hanya taktik politik untuk menanamkan rasa takut dan mengalihkan perhatian dari substansi yang sebenarnya: kualitas pemimpin dan program yang ditawarkan.
Pada akhirnya, realita berbicara lebih lantang dari sekadar opini. Kepemimpinan yang lahir dari dukungan rakyat terbukti mampu bekerja dan membawa stabilitas, terlepas dari bayang-bayang fitnah yang menyertai awal perjuangannya. Ini menjadi pengingat, bahwa pemilu adalah tentang memilih yang terbaik, bukan tentang terjebak dalam narasi yang menyesatkan.
Menurut Al Mansyur, respons terbaik terhadap serangan seperti ini bukanlah kemarahan atau debat yang tiada guna. “Kita tidak perlu membuang energi meladeni isu murahan. Fokus saja bekerja, menyapa warga, menyampaikan program, dan memenangkan hati masyarakat. Kalau perlu, abaikan saja. Biarkan waktu dan hasil akhirnya yang berbicara,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada relawan agar tidak terganggu oleh strategi kompetitor yang mencoba mengalihkan perhatian. “Yang mereka sebarkan adalah rasa takut karena mereka tahu, kekuatan kita ada pada kerja nyata dan dukungan rakyat. Dan saat kita menang, semua fitnah itu akan runtuh seperti debu yang tertiup angin,” tambahnya penuh keyakinan.
Dengan pesan ini, Al Mansyur menguatkan semangat seluruh tim RIDO. Bahwa perjuangan ini bukan hanya tentang mencapai kemenangan, tetapi juga menjaga kehormatan, kesabaran, dan membuktikan bahwa keadilan akan selalu berpihak pada yang benar.
“Teruslah maju dengan kepala tegak, hati yang bersih, dan kerja keras. Ingat, ujung-ujungnya, rakyat akan melihat siapa yang benar-benar tulus. Dan pada saat itu, kemenangan kita bukan hanya menjadi kebanggaan, tapi juga pelajaran untuk mereka yang meremehkan kita,” pungkasnya penuh semangat.














