Home Nasional Empat Poin Dalam Memperingati Hari Keluarga Nasional Era Pandemi

Empat Poin Dalam Memperingati Hari Keluarga Nasional Era Pandemi

by admin
Oleh Al Mansyur Hidayatullah, Ketua DPD PKS Jaksel

Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansyur Hidayatullah mengatakan bahwa, “Keluarga sangat berperan penting melindungi anggota keluarga dalam menghadapi kondisi sulit saat pandemi ini, ketahanan keluarga dapat dilakukan dengan memberikan edukasi dan menanamkan nilai-nilai.”

Al Mansyur menekankan empat poin dalam memperingati Hari Keluarga Nasional:

Poin Pertama : Keluarga mempunyai peranan penting dalam menghadapi pandemi covid 19.

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi sistem lingkungan negara yang tentunya juga sangat berdampak pada lingkungan terkecil, yakni keluarga.  Dampak perubahan yang terjadi pada keluarga akibat pandemi meliputi sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya. Hal ini akhirnya mempengaruhi kehidupan seluruh anggota keluarga. 

“Adanya kebijakan-kebijakan pandemi dalam level negara sering akhirnya memunculkan isu keluarga di sana. Isu tidak stabilnya pekerjaan yang dimiliki keluarga sering menjadi isu utama. Pekerjaan yang tidak stabil inilah yang akhirnya memicu munculnya berbagai permasalahan lainnya dalam keluarga,” ujar Al Mansyur.

Pada beberapa penelitian tentang pandemi, kita bisa melihat sebuah kekonsistenan, diantaranya yaitu bahwa ketahanan ekonomi keluarga menjadi faktor yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19. Menurunnya ketahanan ekonomi keluarga inilah yang kemudian berdampak pada ketahanan keluarga. 

Selain memberikan dampak negatif pada keluarga, pandemi COVID-19 juga memiliki hikmah positif yang ditunjukkan oleh kebersamaan dan komunikasi keluarga yang semakin baik serta saling mendukung antar anggota keluarga.  Hal – hal positif inilah yang harus terus ditingkatkan sehingga keluarga dan individu di dalamnya dapat mengembangkan cara menyesuaikan dan menyelesaikan masalah untuk melindungi keluarga dari situasi krisis dan tekanan.

“Keluarga menjadi pusat utama dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan mengatasi pandemi. Kepatuhan anggota keluarga dalam melaksanakan kebijakan protokol kesehatan dan lainnya, sangat berperan besar dalam menekan dampak pandemi COVID-19. Keluarga berperan penting dalam melindungi, mensosialisasikan dan mengajarkan anggota keluarganya untuk selalu mematuhi 5M. Oleh karena itu, keluarga sebagai  fungsi perlindungan, fungsi sosial dan pendidikan harus terus ditingkatkan dalam upaya menekan dampak pandemi COVID-19,” ujar Al Mansyur.

Keluarga adalah sentral dalam keberhasilan dalam mengahadapi pandemi. Peran keluarga sangat penting untuk selalu mengingatkan anggota-anggota keluarganya supaya patuh dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Keluarga merupakan salah satu agen sosialisasi yang paling penting dalam mengajarkan anggota-anggotanya mengenai aturan-aturan yang diharapkan oleh masyarakat. Kemampuan keluarga dalam mengendalikan individu secara terus menerus, merupakan kekuatan sosial yang tidak dapat ditemukan pada lembaga lainnya. Oleh karena itu kepatuhan-kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 sangat dipengaruhi oleh kekuatan sosial dalam keluarga. 

Keluarga memang unit terkecil dalam masyarakat, tetapi keluarga memiliki peran besar dalam keberhasilan menekan dampak pandemi COVID-19. “Di masa pandemi, keluarga harus memperkuat fungsinya agar mampu  menjadi  pilar dan pondasi yang kuat agar sukses melewati pandemi,” ungkap Al Mansyur. 

Poin Kedua : Perlunya edukasi dan pemahaman yang benar tentang covid 19.

“Anggota keluarga merupakan target yang rentan bagi penyebar hoax, khususnya tentang pandemi,” ujar Al Mansyur.

Tidak hanya beredar di kalangan masyarakat, berbagai informasi dan hoax pun tidak jarang menyebar di antara anggota keluarga. Seperti sudah diketahui bersama, setiap keluarga memiliki group seperti WhatsApp atau Telegram untuk berkomunikasi.

Kadang tanpa disadari, beberapa anggota keluarga ada yang ikut menyebarkan berita atau informasi hoax. Akibatnya akan memicu perdebatan antara anggota keluarga yang akhirnya bisa berujung pada perkelahian.

Karena itu, Ketua DPD PKS Jakarta Selatan berharap bahwa keluarga harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoax. Al Mansyur berharap para orang tua atau anggota keluarga yang ‘melek’ teknologi dapat berperan menjadi hoax buster. “Hoax buster dalam group keluarga akan dapat menetralisir berbagai informasi hoax yang menyebar di lingkungan keluarga,” usulnya.

Namun, Al mansyur juga mengingatkan bahwa menjadi hoax buster di keluarga harus punya sikap kehati-hatian juga. Terlebih jika penyebar hoax tersebut adalah kedua atau salah satu dari orangtua kita. “Kita tidak boleh menghakimi langsung mereka, tetapi harus melalui pemahaman dan edukasi yang menyeluruh dahulu,” tambah Al Mansyur.

Poin Ketiga : Menanamkan nilai-nilai dalam keluarga pada masa pandemi.

Pandemi virus covid-19 ini berpengaruh banyak pada bidang pendidikan. Belajar mengajar saat ini dilakukan dari di rumah dan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).  Seorang siswa merasa kehilangan seorang suri tauladan mereka yaitu seorang guru. Hal ini menyebabkan munculnya penurunan moral pada anak saat pandemi berlangsung. Mereka hanya mengerjakan tugas dari guru sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. Semua itu mengarah pada ranah kognisi. Sedangkan ranah afeksi (sikap) belum terajut secara optimal selama masa pandemi.

Mengatasi fenomena pandemi tersebut, perlunya adanya penguatan dan penanaman nilai-nilai yang dapat menumbuhkan sikap positif untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Pendidikan dan penanaman nilai agama dan juga pancasila sangatlah penting untuk diimplementasikan dalam lingkungan keluarga selama pandemi, agar terbentuknya generasi yang mempunyai nilai moral dan karakter yang terjaga.

Strategi penanaman karakter dan nilai di era pandemi ini memang menuntut keluarga untuk kreatif mengemas agendanya secara inovatif tanpa mengurangi nilai humaniora.

Poin Keempat : Membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi pandemi covid 19.

Pandemi ini jelas berdampak terhadap ketahanan keluarga Indonesia. Semakin baik ketahanan keluarga, semakin baik pula kemampuan keluarga menghadapi dampak akibat pandemi. Ketahanan keluarga mencermin­kan kecukupan dan kesinambungan akses suatu keluarga terhadap pendapatan dan sumber daya agar mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Ketahanan keluarga bersifat multidimensi, dianalogikan sebagai suatu modal yang terbentuk dari ­akumulasi investasi dalam keluarga. Kementerian Perlindung­an Perempuan dan Pemberdayaan Anak menggunakan 5 dimensi ketahanan keluarga, yaitu landasan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial psikologis, dan ketahanan sosial budaya.

Al Mansyur mengatakan, ada tantangan-tantangan baru yang kini dihadapi oleh keluarga Indonesia selama pandemi. Virus Covid-19 menuntut kita untuk bisa menemukan solusi-solusi baru demi keselamatan keluarga. Al Mansyur menambahkan, “Kita perlu menguatkan ketahanan keluarga saat pandemi Covid-19 dengan pembagian peran dan fungsi keluarga yang baik. Pastikan semua sendi-sendi kehidupan berjalan dan semua kebutuhan terpenuhi dengan baik. Pembagian peran dan fungsi antara suami istri tidak otomatis menjadikan salah satu pihak lebih mulia dibandingkan yang lain.”

Selamat memperingati Hari Keluarga Nasional, semoga pandemi ini mampu mengingatkan kita akan pentingnya membangun keluarga berketahanan dalam berbagai situasi.

Spread the love

You may also like

Leave a Comment