Di tengah tantangan yang semakin kompleks terhadap ketahanan keluarga, mulai dari derasnya arus digitalisasi, tekanan ekonomi, hingga perubahan pola pengasuhan, keluarga dituntut menjadi benteng utama pembentukan karakter generasi. Berangkat dari semangat tersebut, DPC PKS Jagakarsa menggelar Dauroh Murobbi dan Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2026 sebagai momentum memperkuat kapasitas para pembina dakwah sekaligus memperkenalkan konsep The Great Team Family Dakwah untuk Dakwah Family, sebuah gerakan yang menempatkan keluarga sebagai pusat lahirnya peradaban.
Kegiatan yang berlangsung di Aula An Nadwah, Jagakarsa, Ahad (12/7), dihadiri oleh calon pembina, anggota dan keluarga anggota. Acara ini juga berkolaborasi dengan Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B, Ade Suherman, S.Kom. Dalam sambutannya, Ketua DPC PKS Jagakarsa Nur Arif Hidayat menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari keluarga yang kuat dan dibina oleh para pembina yang berkualitas.
“Apabila kita ingin membangun bangsa yang kuat, maka bangunlah keluarganya. Ketika pembina berkualitas membina keluarga yang kokoh, insya Allah akan lahir generasi yang beriman, berilmu, sehat, produktif, dan siap menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Nur Arif Hidayat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya mengikuti Dauroh Murobbi sebagai penguatan kapasitas pembina, tetapi juga diajak merefleksikan pentingnya keluarga melalui pemutaran film Memutar Waktu. Wawasan peserta semakin diperkaya melalui RKI Talks bersama Ust. Hidayaturrohim dan Ustadzah Aan Anita yang membahas strategi membangun keluarga sakinah, harmonis, tangguh, dan adaptif menghadapi berbagai tantangan zaman. Semangat pemberdayaan keluarga juga tampak dalam Bazar Produk Keluarga Kader, sementara Deklarasi Gerakan Keluarga Kader Pintar, Kreatif, dan Sehat menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun budaya belajar, hidup sehat, dan kemandirian keluarga.
Momentum HARGANAS tersebut juga dimanfaatkan DPC PKS Jagakarsa untuk memperkenalkan konsep The Great Team Family Dakwah untuk Dakwah Family, yaitu menjadikan setiap keluarga sebagai sebuah tim dakwah yang saling menguatkan dalam keimanan, ilmu, akhlak, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Konsep ini diwujudkan melalui delapan agenda utama, di antaranya penguatan aqidah dan ruhiyah keluarga, membangun komunikasi yang harmonis, menjadikan rumah sebagai pusat tarbiyah, membudayakan belajar sepanjang hayat, menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, menyiapkan generasi penerus dakwah, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat agar lahir keluarga-keluarga teladan.
Sebagai implementasi nyata dari gagasan tersebut, DPC PKS Jagakarsa terus mengembangkan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Jagakarsa sebagai pusat edukasi, konsultasi, pembinaan, dan pemberdayaan keluarga. Salah satu program unggulannya adalah Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) yang dirancang untuk membekali calon pasangan suami istri, orang tua, hingga seluruh anggota keluarga agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Nur Arif Hidayat menegaskan bahwa peran seorang murobbi kini tidak lagi cukup hanya membina individu. Menurutnya, pembinaan harus diperluas hingga menyentuh seluruh anggota keluarga sehingga lahir keluarga-keluarga yang menjadi pusat pendidikan karakter, ketahanan sosial, sekaligus penggerak dakwah di lingkungan sekitarnya.
“Kita ingin melahirkan keluarga-keluarga kader yang religius, cerdas, sehat, kreatif, produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan. Dari keluarga yang kuat, lahirlah dakwah yang kuat. Dari dakwah yang kuat, insya Allah akan lahir Indonesia yang maju dan bermartabat,” tegasnya.
Melalui peringatan HARGANAS 2026 ini, DPC PKS Jagakarsa mengajak seluruh kader dan masyarakat menjadikan keluarga sebagai titik awal perubahan. Dengan memperkuat kualitas pembina, mengokohkan ketahanan keluarga, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak lahir keluarga teladan yang mampu menjadi fondasi masyarakat yang kuat, sekaligus mengantarkan Indonesia menuju bangsa yang maju dan bermartabat.
