Home Kegiatan Harganas 2026: Semua Bermula dari Sebuah Keluarga

Harganas 2026: Semua Bermula dari Sebuah Keluarga

by admin

Di tengah derasnya perubahan zaman, keluarga Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga derasnya arus informasi, krisis keteladanan, hingga lunturnya nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi kehidupan berkeluarga. Di tengah situasi itulah, keluarga kembali diingatkan sebagai ruang pertama tempat karakter, iman, dan masa depan bangsa dibentuk dan diwariskan.

Berangkat dari semangat tersebut, Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPC PKS Tebet memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 melalui serangkaian kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Keluarga Indonesia yang Harmonis dan Berkualitas” di Rumah Qur’an Darul Aiman, Bukit Duri, Rabu (8/7).

Kegiatan ini menghadirkan bincang keluarga, nonton bareng (nobar) film “Memutar Waktu” , Gerakan Keluarga Pintar, Kreatif, dan Sehat (PKS), serta Deklarasi Komitmen Peningkatan Kualitas Keluarga. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk menguatkan kesadaran bahwa membangun bangsa dimulai dari keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Ruangan tampak dipenuhi sekitar 40 peserta dari berbagai rentang usia. Sejak awal acara, mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Sebagian peserta terlihat mencatat materi yang disampaikan, sementara yang lain aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman dalam membangun keluarga.

Suasana semakin hidup ketika sesi Bincang Keluarga bersama Konsultan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Tebet, Ustadzah Endah Murti Susaeni, S.Ag., dimulai. Para peserta tampak menyimak dengan antusias, sesekali menganggukkan kepala, mencatat poin-poin penting, dan terlibat dalam diskusi yang hangat. Dalam paparannya, Ustadzah mengingatkan bahwa kekuatan sebuah keluarga tidak dibangun oleh kemewahan, melainkan oleh nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut beliau, keluarga yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman akan memiliki arah yang jelas dalam mendidik anak, membangun hubungan suami istri, serta menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan lebih kokoh. Beliau juga menekankan pentingnya peran seorang ibu yang dekat dengan Al-Qur’an serta membiasakan memperbanyak bacaan Al-Qur’an setiap hari. Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi salah satu fondasi lahirnya anak-anak yang tangguh dan berkarakter.

“Kalau kita menginginkan keluarga yang tangguh dan penuh keberkahan, maka kembalilah kepada Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun keluarga, sebagaimana keluarga-keluarga di Palestina yang tetap mampu menjaga keimanan, keteguhan, dan harapan di tengah berbagai ujian,” tutur Ustadzah Endah.

Menjelang berakhirnya acara, seluruh peserta berdiri bersama membacakan “Deklarasi Komitmen Peningkatan Kualitas Keluarga” dengan penuh kekhidmatan dan suara lantang. Ikrar tersebut menjadi peneguhan tekad bersama untuk menghadirkan keluarga yang harmonis, berkualitas, berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Di akhir acara, panitia menyerahkan cenderamata kepada Ustadzah Endah sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan inspirasi yang telah dibagikan, sebelum seluruh peserta mengabadikan momen kebersamaan dalam sesi foto bersama.

Peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk setiap hari di dalam rumah-rumah kita. Ketika sebuah keluarga memilih menanamkan iman, kasih sayang, dan akhlak sebagai fondasi kehidupan, sesungguhnya saat itulah harapan bagi Indonesia sedang dipersiapkan. Karena pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga oleh nilai-nilai yang ditanamkan orang tua di dalam rumahnya.

Spread the love

You may also like

Leave a Comment