Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, DPRa PKS Rawajati menggelar seminar parenting bertajuk “Orang Tua sebagai Madrasah Pertama: Menguatkan Pendidikan Islam di Era Modern” pada Kamis (9/7) di Darusshobirin, Rawajati, Jakarta Selatan.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin kompleksnya tantangan pengasuhan, keluarga kembali diingatkan bahwa benteng pertama pembentukan karakter anak bukanlah sekolah, melainkan rumah. Semangat inilah yang diangkat DPRa PKS Rawajati melalui seminar parenting dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan peran keluarga dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari anggota majelis taklim, peserta tahsin Mushollah Darusshobirin, serta jamaah Masjid Hizbul Wathan mengikuti seminar dengan penuh antusias.
Hadir sebagai narasumber, Rahmi Dahnan, M.Pd., Psi., seorang psikolog yang mengajak para orang tua untuk kembali menyadari bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Menurutnya, nilai-nilai keislaman yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, akhlak, dan ketahanan mental anak di tengah derasnya arus perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Rahmi menekankan bahwa tantangan pendidikan anak saat ini tidak hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari derasnya arus informasi digital. Oleh karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat, menjadi teladan dalam beribadah, serta menghadirkan suasana rumah yang penuh kasih sayang dan nilai-nilai Islam. “Orang tua tidak bisa menyerahkan pendidikan karakter sepenuhnya kepada sekolah karena rumah adalah madrasah pertama,” ujar Rahmi Dahnan.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua BIPEKA PKS Rawajati serta Pembina DPRa Rawajati, Ibu Eko Sri Wahyuni, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun keluarga yang tangguh sebagai pondasi lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, dan berdaya.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional 2026, DPRa PKS Rawajati berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama. Dengan keluarga yang kuat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam, diharapkan akan lahir generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya. Keluarga yang kokoh adalah awal dari lahirnya masyarakat yang kuat. Dari rumah yang penuh kasih dan pendidikan Islam, masa depan bangsa dibangun.
