Home Kegiatan KEMBARA Asah Kesiapsiagaan Peserta Lewat Simpul Tali dan Latihan Membuat Tandu Darurat

KEMBARA Asah Kesiapsiagaan Peserta Lewat Simpul Tali dan Latihan Membuat Tandu Darurat

by admin

Kemah Bela Negara (KEMBARA) gelombang pertama DPD PKS Jakarta Selatan tidak hanya menjadi ajang memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah keterampilan, kekompakan, dan kesiapsiagaan peserta. Salah satu keterampilan yang diberikan adalah latihan pembuatan dan penggunaan tandu darurat atau dragbar.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat, pada 10–13 September 2026 ini diikuti sekitar 300 peserta. Dalam suasana perkemahan, peserta mendapatkan pengalaman langsung bekerja secara berkelompok untuk memahami bagaimana sebuah tandu darurat dapat dibuat dengan memanfaatkan perlengkapan sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.

Latihan tandu darurat menjadi bagian penting dari pembentukan karakter peserta karena membutuhkan ketelitian, koordinasi, komunikasi, serta kerja sama antarpeserta. Setiap anggota kelompok dituntut menjalankan peran masing-masing agar proses pembuatan tandu dapat dilakukan secara tertib dan aman.

Bukan sekadar keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama. Dalam kondisi tertentu, kemampuan untuk saling membantu dan bekerja bersama menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, latihan tandu dalam KEMBARA diarahkan untuk membangun kesiapan peserta agar mampu bersikap tenang, sigap, dan bertanggung jawab ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.

Suasana Gunung Bunder turut memberikan pengalaman berbeda. Jauh dari rutinitas perkotaan, peserta belajar bahwa bela negara tidak hanya berbicara tentang wawasan kebangsaan, tetapi juga tentang membangun pribadi yang disiplin, tangguh, peduli, mampu bekerja sama, dan siap memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui KEMBARA 2026, DPD PKS Jakarta Selatan berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyatukan nilai kebangsaan, kepanduan, kemandirian, kepedulian sosial, serta kedekatan dengan alam. Sekitar 300 peserta diharapkan membawa pulang bukan hanya pengalaman berkemah, tetapi juga keterampilan dan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Spread the love

You may also like

Leave a Comment