Sekitar 300 peserta mengikuti Kemah Bela Negara (KEMBARA) Gelombang Pertama DPD PKS Jakarta Selatan yang berlangsung pada 10–13 September 2026 di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat. Di tengah rangkaian kegiatan pembinaan fisik, mental, kepemimpinan, dan kebersamaan, peserta juga mendapatkan keterampilan praktis yang dekat dengan kehidupan masyarakat, salah satunya pelatihan pertolongan pertama dalam menghadapi serangan jantung dan kondisi kegawatdaruratan di ruang publik.
Pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta bahwa situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Peserta dilatih untuk mengenali kondisi korban, tetap tenang, mengambil langkah pertolongan awal yang tepat, serta memahami pentingnya meminta bantuan medis sesegera mungkin. Materi juga disampaikan melalui praktik dan simulasi, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi memiliki pengalaman untuk merespons situasi kegawatdaruratan secara lebih sigap. Pola pelatihan seperti ini juga diterapkan dalam edukasi PK3D DKI Jakarta kepada masyarakat untuk menghadapi serangan jantung dan kondisi pingsan di ruang publik.
Materi ini menjadi bagian penting dari semangat KEMBARA: membentuk pribadi yang bukan hanya tangguh menghadapi tantangan, tetapi juga siap membantu orang lain ketika membutuhkan pertolongan. Dalam kondisi kegawatdaruratan, beberapa menit pertama dapat menjadi sangat penting sebelum bantuan tenaga medis profesional tiba. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang dilakukan berbagai lembaga juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat memberikan pertolongan awal pada kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
KEMBARA akhirnya bukan sekadar tentang mendirikan tenda, berjalan di alam, atau melewati berbagai tantangan fisik. Lebih dari itu, KEMBARA menjadi ruang belajar untuk siap menghadapi keadaan, siap mengambil keputusan, dan siap menolong sesama. Dari Gunung Bunder, sekitar 300 peserta Gelombang Pertama membawa pulang bukan hanya pengalaman berkemah, tetapi juga bekal keterampilan dan kesadaran bahwa bela negara dapat dimulai dari hal sederhana: hadir ketika dibutuhkan, peduli ketika melihat sesama dalam kesulitan, dan mampu memberikan pertolongan ketika keadaan darurat terjadi.
